Naralensa.com_Jakarta - Poros Muda Indonesia mengapresiasi langkah Presiden RI, Prabowo Subianto, yang mencopot dan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Poros Muda Indonesia, Attabieq Fahmi, menilai bahwa keputusan Presiden mengganti Kepala BGN, Dadan Hindayana, serta dua Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program-program prioritas nasional berdasarkan kondisi riil di lapangan. Pergantian tersebut diumumkan langsung oleh pemerintah sebagai bagian dari evaluasi kinerja dan penguatan kelembagaan BGN. “Sebagai program strategis nasional yang menyentuh puluhan juta penerima manfaat, Program Makan Bergizi Gratis tentu membutuhkan pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan. Kami melihat keputusan Presiden merupakan bentuk kepemimpinan yang responsif terhadap berbagai masukan dan dinamika pelaksanaan program di lapangan,” ujar Attabieq Fahmi. Menurutnya, evaluasi tersebut tidak dapat dilepaskan dari berbagai catatan yang muncul selama implementasi MBG, mulai dari persoalan tata kelola, pengawasan mitra pelaksana, hingga berbagai laporan masyarakat yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah agar kualitas layanan terus meningkat. Poros Muda Indonesia juga memberikan apresiasi kepada DPR RI yang selama ini secara aktif menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan MBG dan kinerja BGN. Berbagai rapat kerja, kunjungan lapangan, serta masukan yang disampaikan DPR menjadi bagian penting dalam mendorong perbaikan tata kelola program sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. “Kami melihat DPR RI konsisten memberikan masukan dan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG maupun BGN di berbagai daerah. Fungsi pengawasan tersebut merupakan bagian penting dari mekanisme demokrasi agar program prioritas nasional dapat berjalan semakin efektif, transparan, dan akuntabel,” lanjut Attabieq. Poros Muda Indonesia juga mendukung langkah aparat penegak hukum yang terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG. Sebelumnya, BGN dan Kejaksaan Agung juga telah menjalin kerja sama penguatan pengawasan program guna memastikan tata kelola yang bersih, transparan, dan bebas dari penyalahgunaan kewenangan. “Kami berharap pergantian pimpinan BGN menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ditemukan di lapangan, serta memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.” Poros Muda Indonesia meyakini bahwa sinergi antara Presiden, DPR RI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan akan menjadi kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Attabieq Fahmi
Koordinator Nasional
Poros Muda Indonesia
Tags
nasional
.png)