Iran Manfaatkan Selat Hormuz untuk Memperkuat Mata Uangnya


Naralensa.com_Taheran, Iran dikabarkan ingin menarik pungutan tol di Selat Hormuz menggunakan mata uang rial. 

Anggota parlemen Iran Ahmad Naderi menyebut, rencana tersebut bertujuan untuk memperkuat mata uang nasional, rial, melalui mekanisme keuangan regional, menurut laporan Anadolu, Kamis (16/4/2026). 

Kapal-kapal asing akan dapat menyelesaikan pembayaran melalui kantor mereka di Iran atau melalui sistem perbankan Iran di wilayah tersebut. Naderi menggambarkannya sebagai langkah menuju peningkatan peran mata uang tersebut dalam perdagangan regional.

Diperkirakan pendapatan dari pengelolaan dan pengaturan lalu lintas maritim di Selat Hormuz akan berkisar antara 10 hingga 15 miliar dolar AS (Rp 171-257 triliun) setiap tahunnya. 

Namun, Naderi juga memperingatkan agar mewaspadai angka lebih tinggi yang beredar dalam beberapa analisis dan tidak sesuai dengan realitas di lapangan. 

Menurutnya, penggambaran pendapatan terkait Selat Hormuz yang "emosional dan tidak realistis," dapat memicu tekanan ekonomi dan sosial yang dirancang oleh pihak lawan.

Iran tetapkan tarif tol di Selat Hormuz

Ilustrasi Selat Hormuz.(GOOGLE MAPS)

Sebelumnya, Iran menutup dan mengendalikan Selat Hormuz sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Negeri Persia tersebut pada akhir Februari 2026. Pemerintah Iran dilaporkan mulai menerapkan kebijakan "tarif tol" untuk kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dalam bentuk aset kripto atau yuan China. Dikutip dari Kompas.com, Kamis (2/4/2026), tarif yang diusulkan adalah sebesar 1 dollar AS atau sekitar Rp 17.000 per barel minyak. Adapun kapasitas kapal tanker raksasa atau Very Large Crude Carrier (VLCC) rata-rata mencapai 2 juta barrel. Dengan demikian, satu kapal tanker VLCC diperkirakan harus merogoh kocek hingga 2 juta dollar AS atau sekitar Rp 33 miliar untuk sekali melintasi jalur tersebut. Meskipun tarif dipatok berdasarkan nilai dollar AS, Iran dilaporkan mewajibkan pembayaran dilakukan menggunakan mata uang Yuan China dan aset digital stablecoin.

Lebih baru Lebih lama