Fenomena “Dascomology”: Mengapa Nama Sufmi Dasco Ahmad Dikaitkan dengan Penguatan IHSG?

Naralensa.com_Jakarta – Koordinator Publik Peduli Demokrasi, Gunawan Raharjo, menilai munculnya istilah “Dascomology” di media sosial merupakan fenomena politik yang menarik untuk dicermati dalam perspektif demokrasi. Istilah tersebut berkembang seiring persepsi publik yang mengaitkan komunikasi politik Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dengan menguatnya sentimen positif di pasar, termasuk pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa momentum.

“Terlepas dari benar atau tidaknya persepsi tersebut, yang menarik adalah munculnya kepercayaan publik terhadap pentingnya komunikasi politik dalam menjaga stabilitas nasional. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya memperhatikan kebijakan, tetapi juga mencermati siapa yang mampu menghadirkan kepastian di tengah dinamika politik dan ekonomi,” ujar Gunawan Raharjo.

Menurut Gunawan, dalam negara demokrasi modern, pasar keuangan tidak hanya dipengaruhi oleh indikator ekonomi makro, tetapi juga oleh ekspektasi, psikologi pasar, dan tingkat kepercayaan terhadap institusi negara. Karena itu, komunikasi publik yang cepat, jelas, dan kredibel dapat membantu membangun optimisme serta meredam spekulasi yang berpotensi mengganggu stabilitas.

“Fenomena ‘Dascomology’ pada dasarnya merupakan refleksi budaya politik digital. Ketika masyarakat berulang kali melihat komunikasi Sufmi Dasco Ahmad hadir pada momentum-momentum penting dan beriringan dengan membaiknya sentimen pasar, lahirlah narasi yang berkembang secara organik di ruang publik. Tentu, pergerakan IHSG tidak dapat disederhanakan hanya karena satu faktor atau satu figur, namun persepsi publik tersebut menunjukkan bahwa komunikasi politik memiliki nilai strategis dalam membangun kepercayaan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam sistem demokrasi, pejabat publik tidak hanya menjalankan fungsi konstitusional, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga kualitas komunikasi kepada masyarakat. Kepastian informasi menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat legitimasi demokrasi, menjaga optimisme publik, dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan pemimpin yang mampu membangun kepercayaan. Ketika komunikasi dilakukan secara terbuka, tepat waktu, dan bertanggung jawab, ruang spekulasi dapat dipersempit, kepercayaan publik meningkat, dan sentimen positif terhadap perekonomian dapat ikut terjaga.”

Publik Peduli Demokrasi memandang fenomena “Dascomology” bukan sekadar candaan di media sosial, melainkan cerminan bahwa masyarakat semakin menaruh perhatian pada kualitas komunikasi para pemimpin negara. Fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik merupakan modal penting bagi stabilitas demokrasi dan perekonomian nasional.
Lebih baru Lebih lama